Memainkan Genggong Alat Musik Tradisional Bali

 


LINTANG TRANGGANA – Sekelompok pria memainkan alat musik Genggong thn1948. Genggong merupakan sebuah instrumen musik yang sudah kita warisi sejak zaman lampau. Sebagai instrumen musik tua, Genggong memiliki bentuk yang sangat kecil dan nampaknya sangat sederhana. Meskipun demikian, alat musik yang mudah di bawa ini sebenarnya memiliki akustik dan teknik yang cukup rumit.

Genggong merupakan sebuah instrumen musik yang sangat menarik. Alat musik ini terbuat dari pelepah enau (Bhs. Bali Pugpug), berbentuk segi empat panjang, dengaan ukuran panjang kurang lebih 16 cm dan lebar 2 cm. Ditangah-tengahnya sebuah pelayah sepanjang kurang lebih 12 cm; pada ujung kanan di buat lubang kecil tempat benang itu diikatkan pada sebuah potongan bambu kecil sepanjang 17 cm, sedangkan pada ujung kirinya diikatkan kain sebagai tempat pegangan ketika bermain.

Bentuk dan Suara

Genggong berbentuk persegi panjang dan di bagian tengahnya diiris. Di salah satu ujung genggong diikatkan tali yang bisa ditarik untuk menghasilkan getar dan suara. Suara yang muncul sangat unik, terkesan mirip seperti suara katak.

Cara Memainkan

Genggong diletakkan di antara mulut, tapi tidak ditiup. Mulut hanya sebagai penyangga saja. Ujung genggong yang satunya lagi terdapat tali. Tali itu ditarik dan diulur ke arah kanan depan dengan kuat sehingga tali bergetar. Getaran dari tali itulah yang menghasilkan bunyi.

Pada mulanya genggong nampaknya merupakan sebuah instrumen yang dimainkan secara tunggal. Seorang pemain genggong akan menunjukan kebolehannya lewat improvisasi gending-gending yang disukainya. Genggong sering dimainkan oleh para petani sambil melepas lelah di sawah, kadang-kadang di mainkan di rumah, bahkan tidak jarang seseorang memainkan genggong dengan maksud menarik perhatian wanita (kekasihnya), sebagaimana halnya dilakukan dengan instrumen suling.

Genggong lebih banyak berfungsi sebagai seni balih-balihan. Bila ia dipentaskan dalam rangkaian suatu upacara, di #pura misalnya, genggong hanyalah sebagai hiburan masyarakat saja. Pada masa yang lalu gamelan genggong sering dipergunakan dalam rangkaian upacara perkawinan yaitu pada saat penganten pria menjemput penganten wanita atau pada waktu mepejati.

Cara Membuat

Genggong terbuat dari pelepah pohon enau. Pelepah yang digunakan harus yang tua dan kering. Pelepah ini kemudia dipotong membentuk persegi panjang dengan panjang 20 sentimeter dan lebar 2 sentimeter. Bagian dalamnya dipotong juga sehingga hanya ada kulit luarnya saja yang keras sekitar 0,3 milimeter tipisnya.

Bagian instrumennya terletak di bagian tengah, sekitar 2 sentimeter dari ujung atas dan bawah dengan lebar 0,5 sentimeter. Di ujung bawah genggong, dibuat lubang kecil untuk tali benang. Tali yang panjangnya 5 sentimeter ini diikatkan juga pada sebuah bambu kecil sepanjang 10 sentimeter untuk kita memegangnya.

Sumber: wikipedia, sejarahbali (5B)

Comments