Rentetan Cara Perlakuan Para Petani Bali Secara Turun Temurun di Sawah Dengan Sistem Subaknya
LINTANG TRANGGANA – DUDONAN ACI RING SUBAK. Bertani bagi masyarakat Hindu Bali, tidak sekadar menanam benih tanamam. Ada kearifan nilai budaya yang dijadikan pijakan. Mulai dari kegiatan mapag toya (menjemput air dari sumber mata air), membajak, menanam benih padi, hingga panen, tak lepas dari yadnya:
1. Mapag Toya,
Mapag toya yaitu upacara menjemput air ke sumber mata air. Upacara ini biasanya diikuti oleh seluruh anggota subak dan dilakukan pada Sasih Ketiga atau sekitar bulan September.
2. Kempelan,
yaitu kegiatan membuka saluran air ke sumber aliran air di hulu subak, selanjutnya air mengaliri sawah (bulan September).
3. Ngendag Tanah Carik,
yaitu upacara memohon keselamatan kepada Tuhan saat membajak tanah sawah dan dilakukan oleh masing-masing anggota subak. Prosesi ini masih dilaksanakan pada Sasih Ketiga (bulan September).
4. Ngurit,
yaitu upacara pembibitan yang dilakukan oleh semua anggota subak pada masing-masing tanah garapannya. Biasanya dilakukan pada Sasih Kelima (sekitar bulan November).
5. Ngerasakin,
yaitu upacara membersihkan kotoran (leteh). Leteh dimaksud adalah efek dari proses pembajakan sawah. Dilakukan pada awal Sasih Kepitu (awal bulan Januari).
6. Pangawiwit,
yaitu upacara mencari hari baik untuk mulai tanam padi yang juga dilakukan sekitar Sasih Kepitu.
7. Ngekambuhin,
yaitu upacara meminta keselamatan anak padi yang baru tumbuh yang dilakukan pada saat padi berumur 42 hari pada Sasih Kewulu (bulan Februari).
8. Pamungkah,
yaitu upacara memohon keselamatan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Upacara ini juga dilakukan pada Sasih Kawulu.
9. Penyepian,
yaitu upacara memohon keselamatan agar tanaman padi terhindar dari hama/penyakit dan dilakukan Sasih Kesanga sekitar bulan Maret.
10. Pangerestitian Nyegara Gunung, yaitu melaksanakan upacara nyegara gunung yang dilakukan di Pura Luhur Petali dan Pura Luhur Pekendungan. Biasanya dilaksanakan di bulan Maret atau April.
11. Masaba,
Yaitu upacara sebelum panen yang dilakukan Sasih Kedasa oleh anggota subak di sawahnya masing-masing.
12 Ngadegang Batari Sri (Batara Nini),
Ritus Menek Betara Nini, upacara terkait pertanian yg biasanya dilakukan di wrespati tambir atau sukra klawu, moment setelah panen disawah. Semoga sawah dibali tetap bertahan di era globalisasi dan modernisasi yg mempengaruhi bali beberapa dekade belakangan ini. Inilah jati diri kita sebagai orang Bali. inilah BANK orang bali secara sekala dan niskala yg terkait akan pemujaan orang bali dengan dasar keyakinan yg diwarisi oleh leluhur bali secara turun temurun dengan drestanya. ini bukan sekedar adat tradisi dan budaya orang bali tp inilah agama orang Bali yg dijalani selama ini.
13. Nganyarin,
yaitu upacara mulai panen yang dilakukan pada Sasih Sada (bulan Juni) oleh anggota subak pada masing-masing sawahnya. Baru akhirnya Manyi, yaitu kegiatan memanen padi di bulan Juli.
14. Mantenin,
yaitu upacara menaikkan padi ke lumbung atau upacara menyimpan padi di lumbung yang dilaksanakan pada Sasih Karo atu bulan.
Urutan aci aci diatas diambil dari praktik subak di Penebal, Tabanan. Daerah lain mungkin ada sedikit perbedaan, namun garis besarnya masih tetap sama. (5B)































Comments
Post a Comment