Rumput Paragis Yang Tidak Disetujui Oleh Para Dokter
LINTANG TRANGGANA – Bagi yang belum tahu, PARAGIS adalah rumput liar, tidak bisa dibeli, tumbuh di bukit atau di tanah kosong. Beragam referensi terkait rumput paragis. Penelusuran dilakukan melalui jurnal-jurnal ilmiah. Berdasarkan situs klasifikasi tumbuhan, Plantamor, rumput paragis dalam Bahasa latin disebut sebagai Eleusine indica, spesies yang hidup di daerah tropis dan sub tropis. Menurut Centre for Agriculture and Bioscience International (CABI), pusat informasi agrikultur dan biosains internasional, tanaman ini termasuk jenis rerumputan yang dominan. Satu tanaman ini bisa memproduksi lebih dari 50.000 biji-bijian kecil yang tersebar melalui angin dan air.
Menurut sumber itu pula, rumput paragis bisa dikonsumsi baik oleh manusia maupun untuk ternak. Rumput paragis merupakan gulma penting yang sering digunakan sebagai halaman rumput hingga di lapangan golf. Tumbuhan ini subur di daerah dengan sinar matahari yang baik. Adapun mengenai khasiatnya, penelitian Adel S. Al-Zubairi dkk berjudul “Eleucine indica Possesses Antioxidant, Antibacterial and Cytotoxic Properties” yang dipublikasikan di Evid Based Complement Alternat Med pada Juni 2011, menemukan bahwa rumput paragis memiliki properti antioksidan. Pada latar belakang penelitian, disebutkan pula bahwa rumput paragis, terutama akarnya, bermanfaat sebagai obat diuretik (obat untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine), detoksifikasi, penurun demam, dan karenanya digunakan untuk mengobati influenza, hipertensi, dan oliguria (produksi urin sedikit).
Penelitian itu juga mencatat bahwa rumput paragis juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Vietnam, dan juga digunakan untuk mengobati masalah ginjal di Trinidad dan Tobago. Biji paragis digunakan sebagai makanan dan mengobati keluhan hati. Penelitian Adel juga menyebutkan bahwa rumput paragis, seperti laiknya kebanyakan produk herbal, memiliki kegunaan tradisional yang kini diteliti untuk memfasilitasi pengobatan medis. Selanjutnya, penelitian John Sylvester dkk berjudul “Evaluation of Anticancer Potential of Eleusine indica Methanolic Leaf Extract through Ras- and Wnt-related Pathways Using Transgenic Caenorhabditis elegans Strains” yang diterbitkan oleh Journal of Pharmaceutical Negative Results menyebutkan bahwa walaupun ada potensi anti-kanker dari tanaman ini, namun tidak ada dampak dari tanaman ini terhadap mutasi gen dari jalur sinyal yang berhubungan dengan kanker, yakni Wnt dan Ras.
Namun, meski beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini memiliki fungsi membunuh sel-sel kanker (cytotoxic) dan anti radikal bebas, hal ini masih belum cukup dan masih perlu penelitian ilmiah lainnya untuk mendukung klaim ini.
pendapat dr. Inggrid Tania, ketua umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). Ia menyatakan bahwa rumput paragis memang bersifat antioksidan dan memiliki sifat anti bakteri berdasarkan penelitian in vitro, atau pengujian obat di luar tubuh makhluk hidup.
PARAGIS terkenal dalam KELOMPOK jamu, sehingga dikatakan bahwa para dokter tidak mau menyetujui PARAGIS karena mereka akan kehilangan penghasilan bagi penderita kanker karena ia juga merupakan obat untuk kanker dan benjolan.
Lihatlah kambing-kambingnya, mereka makan lebih dari itu, mereka sehat begitu juga anjing / kucing ketika mereka merasa tidak enak, mereka juga makan PARAGIS. PARAGIS BENAR-BENAR MENYEMBUHKAN
membaca tentang seorang wanita yang dulunya menderita kista ovarium, dia takut, jadi dia mencoba PARAGIS. Dia sangat takut saat menjalani inex-ray. dan itu juga memperkuat REGLA seperti dalam darah utuh LaLabas sau.
Pengobatan herbal: PARAGIS
Inggris: rumput angsa
Nama umum: paragis = tagalog
plagtiki = ilonggo
Busikad / bila-bila = bisaya
Rumput carabao = waray
Gagabutin = ilocano
Keuntungan sehat:
1. Kista ovarium
2. Miom
3. Kista di payudara
4. Haid tidak teratur (rebus segenggam akar paragis , dalam setengah liter air dalam 10 menit. Masukkan juga ke dalam toples kaca, sisakan satu gelas dan campur dengan susu bubuk (merk apapun) minum 1 gelas sebelum makan pagi dan 1 gelas pada sore hari, lakukan ini selama 30hr, pastikan setiap minumnya hangat2 kuku, mengobati penyakit yang tercantum di bawah ini.)
5. Polip serviks
6. Hipertensi
7. Diabetes
8. Uti
9. Wasir
10. Diare
11. Ketombe (perasan akar segar, haluskan lalu oleskan pada kulit kepala, biarkan semalaman)
12. Demam (tumbuk akar paragis, bersihkan beserta daunnya, rendam dalam 2 gelas air selama 2 jam. Lengkapi juga 5 buah biji lada)
13. Asma (akar paragis, lagain dan minum 2 gelas sehari selama 5 hari)
14. Epilepsi
15. Hipertiroidisme atau hipotiroidisme (gondok)
Parasa:
Kista pada payudara, miom, kista ovarium, wasir, diabetes, hipertensi, uti, epilepsi, gondok, diare, polip serviks
Cara membuat: 1 genggam paragis direbus dalam 1 liter air selama 10 menit, masukkan ke dalam toples kaca (dilarang dalam plastik) minum 1 gelas 1jam sebelum makan dan 1 gelas lagi sebelum tidur, sisanya dimasukkan ke dalam lemari es untuk digunakan esok harinya baru dipanaskan dan prosedur yang sama, jangan berhenti minum sampai Anda merasa lebih baik. (bgl)



Comments
Post a Comment