Menelisik Awal Kedatangan Belanda Ke Tanah Nusantara


  1. Tahun 1579 Republik Belanda ( Roman province ) .
  2. Cornelis De Houtman datang , tahun 1596.
  3. Kerajaan Belanda didirikan oleh Irlandia Raya, tahun 1814
  4. Itu sejarah yang panjang, yang disebut “Belanda” itu datang ke negeri ini bukan Kerajaan Belanda yang kita kenal sekarang.

Kerajaan Belanda yang kita kenal sekarang didirikan tahun 1814 oleh Irlandia Raya setelah sebelumnya adalah bagian dari Kekaisaran Perancis.

Sementara yang datang tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis DeHoutman adalah Republik Belanda.

Republik Belanda berdiri tahun 1579, dan tadinya merupakan provinsi Romawi Suci yang memerdekakan diri.

Bahasa mereka sudah bahasa Belanda saat itu, yang merupakan bahasa daerah di Romawi Suci untuk provinsi tersebut sebelum mereka berubah menjadi Republik Belanda(Romawi Suci berbahasa Latin).

Republik Belanda, sejak awal memang hanya ingin berdagang dengan Kesultanan Banten.. Maka mereka merapat di Sunda Kelapa yang saat itu pelabuhan terbesar di Kesultanan Banten.

Gayung pun bersambut, karena Kesultanan Banten kemudian menyetujui kerjasama dengan Republik Belanda.. Maka ini awal dari kerjasama erat “Banten-Belanda”.

Sayangnya De Houtman sendiri tewas karena menghina Malahayati, seorang laksamana asal Kesultanan Aceh.. De Houtman yang sangat konservantif selalu menghina dan menghina laksamana perempuan itu, akibatnya Malahayati kemudian menantangnya duel, yang akhirnya De Houtman kalah dan tewas dengan mudah, dengan luka sayatan di lehernya.

Tetapi aliansi “Banten-Belanda” sudah terlalu kuat, Pemerintah Republik Belanda lalu bekerja sama dengan Pemerintah Kesultanan Banten untuk mendirikan “Verenigde Oost-Indische Compagnie “ atau biasa disingkat VOC yang merupakan patungan dari “Banten-Belanda”.

Perusahaan ini didirikan tahun 1602.

Kata “Compagnie “ dalam VOC ini memang dibaca Kompeni, sehingga inilah awal mula sebutan “Kompeni” di Nusantara.

Saking eratnya hubungan Kesultanan Banten dengan Republik Belanda, sampai Kesultanan Banten mempercayakan Sunda Kelapa untuk dikontrakkan kepada Republik Belanda yang diubah namanya jadi Batavia tahun 1619.

Secara resmi Batavia adalah bagian dari Republik Belanda.. Jadi Jakarta dahulunya sebelum jadi Jakarta pernah menjadi bagian dari Republik Belanda.

Republik Belanda dalam sejarahnya menghadapi serangan terbesar terhadap wilayah mereka, yaitu oleh Kesultanan Mataram, karena saat itu Kesultanan Mataram sedang meluaskan wilayah kekuasaan mereka, dan mencoba menaklukan Kesultanan Banten saat itu.

Alhasil Batavia dianggap wilayah dari Kesultanan Banten, meski faktanya adalah Republik Belanda.

Aliansi Banten-Belanda berhasil membendung serangan Kesultanan Mataram tahun 1628 dan 1629. dan itu menjadi sejarah tersendiri bagi Republik Belanda yang saat itu masih negara kecil, karena berhasil mengalahkan negara super power seperti Kesultanan Mataram.

Tetapi Republik Belanda bukan negara agresif, mereka adalah negara dagang, bahkan mendirikan pos dagang di wilayah Maluku, yang dimana di sana terjadi pertempuran berdarah dengan Hindia Spanyol(Sekarang Filipina), Kerajaan Inggris, dan juga Kesultanan Ternate.

Hal itulah yang menghasilkan para veteran perang, dan Republik Belanda sejak saat itu dikenal sebagai negara penghasil tentara bayaran, yang terjun di berbagai pertempuran, mulai perang enam tahun, Perang Mysore hingga perang saudara di Kesultanan Mataram.

Tahun 1795 adalah tahun yang sangat penting, karena merupakan tahun yang kelam, dimana pasukan Republik Perancis, menduduki Republik Belanda dan mendirikan Republik Batavia, negara boneka dari Republik Perancis.

Tahun 1806, Republik Batavia berubah menjadi Hollandia yang dibentuk Kekaisaran Perancis di bawah Napoleon Bonaparte.

Dan tahun 1809, Kekaisaran Perancis mencaplok Hollandia dan menjadikannya Provinsinya.. dan akhirnya Hollandia adalah provinsi Kekaisaran Perancis sejak itu.

Dan ini termasuk Batavia, hubungan Kekaisaran Perancis dengan Kesultanan Banten juga sangat erat seperti layaknya hubungan dengan Republik Belanda. Bahkan Kekaisaran Perancis juga akrab dengan Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, mereka bahkan membentuk aliansi Jawa.

Dan salah satu bentuk kerjasama itu adalah dibangunnya jalan raya Anyer-Panarukan pada 1808.

Di kancah Internasional, Kekaisaran Perancis bersaing dengan Kerajaan Swedia dalam dominasi dunia.

Sementara itu Irlandia Raya adalah wakil dari Kerajaan Swedia.

Maka tahun 1811, Irlandia Raya menyerbu wilayah Kekaisaran Perancis di Pulau Jawa yang dalam hal ini Batavia, bukan hanya itu, Bahkan aliansi mereka, seperti Kesultanan Yogyakarta pun ikut diserang, dalam perang Jawa yang berlangsung selama beberapa bulan.

Kekaisaran Perancis dapat dikalahkan di Jawa karena saat itu mereka sedang fokus pada penyerangan ke Kekaisaran Rusia.

Sementara Kesultanan Banten dan Kesultanan Yogyakarta tetap melakukan perlawanan.

Hasilnya tahun 1813, Kesultanan Banten bubar dan Kesultanan Yogyakarta mengadakan gencatan senjata dengan Irlandia Raya.

Maka bekas wilayah Kesultanan Banten inilah yang menjadi Hindia Inggris dan Hindia Inggris adalah cikal bakal Hindia Belanda.

Tahun 1814, Irlandia Raya sukses merebut provinsi paling utara di Kekaisaran Perancis dan merubahnya menjadi Kerajaan Belanda.

Tahun 1816, Irlandia Raya menyerahkan Hindia Inggris kepada Kerajaan Belanda, dan mereka mengubahnya menjadi Hindia Belanda.

Dan Hindia Belanda inilah yang agresif menyerbu negara-negara di Nusantara saat itu.

Hingga wilayah mereka membengkak luas, jadi secara resmi penjajahan Kerajaan Belanda itu dimulai tahun 1816. Maka sebenarnya tidaklah tepat jika dikatakan bahwa “Belanda menjajah 350 tahun”, karena yang datang ke sini 350 tahun lalu adalah Republik Belanda.

Dan ya, Hindia Belanda dalam meluaskan kekuasaannya memakai banyak taktik, dan taktik adu domba adalah salah satunya. Sementara taktik lainnya, seperti benteng berpindah dan formasi setengah lingkaran juga dilakukan.

Jadi berbicara tentang penaklukan Nusantara oleh Hindia Belanda adalah berbicara tentang sejarah yang panjang dan juga hasil dari Perang Jawa dan juga para veteran dari Kekaisaran perancis yang jadi petinggi di Hindia Belanda, sehingga mereka menerapkan taktik yang unggul.

Jadi tidaklah tepat jika adu domba dikatakan sebagai penyebab Hindia Belanda menaklukan Nusantara, itu hanya merupakan salah satu taktik mereka saja.

Sumber. Quora

Comments