Silsilah Keluarga Pekak Guru Lebus, Sembung Gede-Kerambitan-Tabanan
Generasi pertama, Kosong (?)
Generasi kedua, #1. Kosong (?) #2. Kosong (?)
Generasi ketiga, Turunan #1 (natah dangin). Yaitu: I Made tanggi tidak menikah dan tidak mempunyai keturunan nempati natah dangin, beliau mempunyai saudari bernama Men sumbrug(nama panggilan, bukan nama asli) menikah keluar ke batuaji kawan kerambitan.
Turunan #2 (natah dauh). Yaitu:
1. I Made Pandi anak pertama/paling tua, mempunyai istri bernama Ni Wayan Rinas / Ni Ketut Miasni asal dari sembung gede Kelod(selatan jalan) keluarga dari pekak Tini. Menurunkan 6 orang anak:
A. Ni Wayan Rebes(menikah keluar) ke...
B. Ni nengah Rebis (menikah keluar) ke...
C. I Nyoman Lebus mempunyai istri bernama Ni Wayan Manten asal dari petiga-marga memiliki 4orang anak:
C.1. I Wayan Karmayasa, SE mempunyai istri bernama Ni Ketut Anoni asal dari br.blangsinga-blahbatuh Gianyar, menurunkan 2orang anak:
C.1.a. I Gede Yogi Astrawan, SS menikah pertama dengan Ni Wayan Sekarini(status bercerai) tidak memiliki anak asal dari br.kertajiwa-kesiman, lalu menikah kedua dengan Ni Made Darma Wahyuni asal dari br.bongan, Tegal Mengkeb-megati selemadeg timur, menurunkan 2orang anak:
C.1.a.1. I Gede Bagus Bhumi Galang Kangin
C.1.a.1. Niluh gede ayu Utami Pertiwi
C.1.a. Ni Kadek Yiyin Aristya(menikah keluar ke desa mas-ubud)
C.2. I Made Nuarsa mempunyai istri bernama Ratna Yuanita asal dari Bondowoso Jawa Timur masuk Hindu, menurunkan 3orang anak dan 1anak angkat(peras):
C.2.a. Ni Putu Indah Nurlitasuri(menikah keluar ke Surabaya Jawatimur) masuk Islam
C.2.b. I Kadek Herysatria Kusuma Pradita mempunyai istri bernama Ni Kadek Yuni Andriyani
C.2.c I Komang Bagus Cipta Dumadi
C.2.d (peras) I Ketut Kinan Cipta Dumadi anak dari Ni Putu Indah Nurlitasuri yang tidak di akui dari Ubud yang akhirnya diperas menjadi anak ke4 oleh I Made Nuarsa.
C.3. Ni Nyoman Sukawati(menikah keluar ke biaung, penebel)
C.4. Ni Nengah Sudarmini(menikah keluar dengan keluarga Gusti satu Banjar sembung gede kaja, di timur jalan)
D. Ni Made Buntek(menikah keluar) ke....
E. I Ketut Sangra(tidak menikah) di angkat/asuh anak oleh I Ketut penek saudara kandung dari I Made Pandi. Diceritakan Meninggal dunia karena sakit saat usia 11tahun, masih sekolah dasar
F. I Ketut Sangri(tidak menikah) meninggal remaja saat tragedi G30S PKI, dituduh ikut PKI. Diceritakan sosoknya, pintar dan cakap megambel, menggambar/melukis, menari, memperbaiki gamelan. Meninggal di usia 23tahun.
Turunan #2 natah dauh.
I Made Pandi mempunyai saudara/adik, perempuan dan laki bernama:
2. Ni Pudak (di angkat menjadi anak/di peras) di selatan rumah sebelah tembok oleh pekaknya Nang yasa kumpinya bli nengah Suarnaya, lalu tinggal di sembung gede kaja(barat jalan) keturunannya: keluarga --*Memek Kuwi ibu dari bli Kadek Dira dan bli Wayan mono
*Memek ndung ibu dari bli Lindung
3. I Ketut Penek mempunyai istri bernama Ni Wayan sedang mengangkat(peras) 1orang anak bernama I Ketut Sangra, anak dari saudara kandungnya bernama I made Pandi.
4. Ni Ketut Mintek(menikah keluar) ke geria bubunan-seririt menjadi istri ke empat dengan nama Jro wiraga
5. I Ketut Bengkis(menikah keluar dengan status nyentana) ke Bantas Tengah Kaja-Selemadeg Timur. Istrinya bernama Ni Ketut Rati, melahirkan 3orang anak; I Wayan Sandra, I Nengah Sandri, I Nyoman Kuarta.
Penyusunan awal, tanggal 14 April 2007 oleh I Wayan karmayasa, SE, sumber informasi dari Ni Wayan Sedang dan Ni Made Buntek
Dilanjutkan, tanggal 14 Desember 2021 oleh I Gede Yogi Astrawan, SS
Cerita keluarga:
Gong di Banjar adalah milik leluhur. Sisanya dilengkapi Abarung dibeli oleh seka(pendiri), sembung gede: Gusti di gedong, kumpyang I Made Pandi, ib di geria sembung, sembung meranggi: 3orang? Mandung: 3orang?
Banyak punya kuda dan sawah luas
Naik kuda saat melihat/ngecek sawah yang jarak tempuhnya jauh sampai negara.
Leuhur pernah ada berstatus Dwijati(maputgala)
Di sebuah area lokasi di sungai barat rumah, bernama sungai(Tukad) lating, ada tibu didekat Pancoran Beji, disebut tibu pamanjaran (pemandian jaran) diceritakan leluhur dahulu mempunyai banyak kuda dan dimandikannya di tibu tsb.
Informasi yang masuk:
Jaman dahulu, leluhur ada berstatus dwijati(maputgala) juga sakti, ada juga yang menjadi Balian. Sumber dari: tetangga Utara, barat, selatan, rumah memek Kuwi, memek ndung, di gedong
Leluhur dahulu datang dari arah timur, diminta oleh raja Tabanan(Kuna) untuk ke ngeruwak alas dan membuka gerbang/batas gaib Tabanan dan kerambitan. Setelah bertemu raja di Tabanan melakukan tapa yasa dengan mebuka baku busana wikunya dan memakai busana petani dengan cangkul. Saat beliau melakukan tapa Yasa, ada kupu-kupu datang dan hingga di ujung kayu cangkul. Dikatakan ciri tsb sebagai bentuk ijin diperbolehkan masuk dan melewati gerbang/batas gaib tsb. Atas perintah raja "jika terasa capek atau berhenti, boleh menetap langsung di lokasi baru tsb dengan diberikan pengiring dan rakyat". Sumber dari Aji Mangku di gedong


Comments
Post a Comment